Nampaknya masih menjadi misteri mengapa film The Shape of Water yang menampilkan kisah cinta yang tak lazim antara manusia dengan monster ini akhirnya menang di Piala Oscar 2018. Film tersebut menjadi kategori Film Terbaik dalam ajang bergengsi tersebut.

Kisah cinta yang pasalnya diangkat oleh sutradara Gullermo del Toro ini memang bukan hal yang tergolong baru. Hollywood juga tercatat sudah pernah banyak kali menghasilkan film yang berkisah tentang cinta ganjil antara manusia dan monster. Misalnya saja King Kong (1993) yang juga dibuat dalam bentuk modern pada tahun 2006, dan akhirnya dibuat lagi dengan judul Kong:Skull Island (2017).

Tidak hanya itu, film Frankeinstein (1931) juga bercerita tentang monster dan kisahnya juga lebih gelap serta jahat seperti serial The Mummy. Akan tetapi The Shape of Water ini menang bukan karena bermodalkan kisah fantasi gelap percintaan wanita janitor dengan seekor makhluk laut yang sedang ditelitinya. Ada beberapa alasan yang menegaskan mengapa film ini pantas mendapatkan Piala Oscar 2018. Berikut ini alasan-alasannya.

Tak Hanya Kisah Monster Saja

Berdasarkan pendapat Profesor dari Syracuse University dan juga sebagai penulis buku dari A Place of Darkness: The Rethoric of Horror in Early American Cinema, yakni Kendal Phillips, ia mengatakan bahwa ada keunikan dari Guillermo del Toro dalam mengisahkan film ini ketimbang film monster yang lainnya.

Phillips yang mana mendalami retorika kontemporer ini berkata bahwa kesan monster pasalnya sudah menjadi pemahaman umum dan akan membuat penonton takut. Akan tetapi di sisi lain, cerita monster yang dibuat dengan sangat humanis bisa membangkitkan simpati dari para penontonnya yang notabene pastinya manusia.

Hal ini lah yang dipertegas oleh Guillermo del Toro dalam film The Shape of Water ini. kesan humanisnya di sini sangat kuat dan mampu membuat film ini sejajar dengan genre drama yang mana biasanya memang menjadi langganan pemenang Oscar sendiri.

“Lucunya adalah di waktu yang sama saat Universal merilis film dari Dark Universe, Guillermo del Toro merilis sebuah film yang menjadi sebuah surat cinta yang sangat indah untuk era itu. yang mana benar-bear menangkap semangat monster itu dengan sangat indah,’ ungkap Phillips dilansir dari CNN Indonesia.

Ia juga menambahkan bahwa The Shape of Water sudah terbukti menjadi obat penawar yang sangat sempurna untuk perang budaya yang terjadi di AMerika Serikat yang mana memecah belah, seperti ada pesan dari sejumlah elitis yang bisa membuat sebuah golongan takut pada golongan yang lainnya.

“Di sjni kita mempunyai film yang berkisah tentang sebuah cerita cinta yang sangat indah, tentang 2 entitas yang merasa terkoneksi dan bukan bagian dar dunia. Dan mereka ternyata mampu menjembatani jurang yang ada tersebut,” imbuhnya.

Pengaruh Sosial Politik

Kemenangan film ini juga dipengaruhi oleh sosial politik yang sedang bergejolak di Amerika Serikat. Tidak bisa dipungkiri bahwa pihak juri pun memikirkan dampak politis dari pemilihan jawara Oscar ini. apabila juri memilih Missouri, Three Billboards Outside Ebbing, maka hal tersebut bakal menjadi keputusan Bandar togel online yang cukup kontroversial khususnya tentang tanggung jawab negara  untuk melindungi warganya.

Apabila Get Out yang dipilih oleh juri, maka pihak The Academy bisa menyadari keputusan itu akan menegakan politik rasial yang terjadi tak hanya di AS, namun juga di negara lainnya.


Liverpool semakin membaik.Penampilan Muhammad Salah benar-benar telah membuat mereka kembali menuai pujian dan rasa bangga dari fans. Bukan hanya Salah, pemain lain yang menjadi sorotan adalah Virgil van Dijk yang terlihat langsung ‘hidup’ dengan gaya permainan Liverpool. Bahkan, pemain belakang Dejan Lovren, sebagaimana dilansir dari situs Liverpool Echo, dia akan memberikan yang terbaik dan apapun yang dia bisa untuk bisa menjalin kerjasama yang bagus dengan Virgil van Dijk.

Kerjasama Dejan Lovren dan Virgil van Dijk

Dejan Lovren yang bertanggungjawab akan pertahanan The Reds memiliki harapan yang besar pada Virgil van Dijk. Dia berharap bisa menjalin kemitraan yang sukses dengan rekannya tersebut yang sama-sama menempati pusat pertahanan Liverpool.Bagaimanapun, tanggungjawab kedua pemain tersebut tidak mudah seiring dengan permainan Liga Primer yang semakin memanas dan skills tingkat dewa para pemain Judi Bola lawan yang ditunjukkan.

Ya, hadirnya pemain seharga 756 poundsterling Van Dijk, telah memberikan dukungan yang bagus untuk pertahanan Liverpool.  Rotasi yang telah dilakukan oleh manajer Jurgen Klopp memang belum menunjukkan tanda bahwa pasangan defensive Dejan Lovren dan Virgil van Dijk sebagai pilihan utama untuk pertahanan The Reds, tapi jika keduanya bisa bekerjasama dengan baik, maka keduanya akan menjadi pilihan utama.

Lovren dan Van Dijk telah terbukti memberikan yang terbaik dalam kemenangan bersih 5-0 saat Liverpool bertanding dengan Porto.Sejauh ini, mereka berdua baru kebobolan dua gol saat bermain bersama.Menariknya, dua gol tersebut terjadi saat Liverpool berhadapan dengan Tottenham di Liga Primer.Ini bisa menjadi indikasi yang bagus bagi manajer untuk membuat mereka berdua semakin bagus dalam hal kerjasama dan insting pertahanan.

Pengakuan Lovren

Mungkin, karena Van Dijk baru bergabung dengan Liverpool, belum banyak orang yang menaruh harapan besar padanya. Selain itu, pastinya pemain baru akan membutuhkan beberapa waktu untuk beradaptasi. Tapi, apa yang dilakukan Van Dijk sungguh di luar dugaan. Bahkan menurut Lovren, dia sendiri terkejut karena rekannya tersebut bisa langsung ‘hidup’ kendati baru bergabung.

“Sejujurnya saya tidak menyangka bahwa kita akan begitu cepat [bisa melakukan kerja] bersama,” kata Lovren.”Tapi saat Anda menjadi bek tengah papan atas, saya pikir itu normal dan Virgil adalah salah satu dari mereka.”Lovren tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya pada Van Dijk.Dia tidak menyangka jika dirinya dan rekannya bisa langsung melakukan kerjasama yang bagus tanpa membutuhkan banyak waktu.

Lovren menjelaskan; “Tentu saja dia butuh waktu untuk beradaptasi karena antara Southampton ke Liverpool berbeda, tapi dia mengerti apa yang diinginkan manajer – meski terkadang saya harus mengingatkannya juga. Saya membantunya sama seperti saya (dibantu olehnya). Ini adalah masa sulit yang terkadang sulit (untuk) beradaptasi tapi dia melakukannya dengan baik.”Van Dijk dianggap telah melakukan tugas dengan bagus walau baru saja bergabung dan bisa melihat kesempatan dengan baik untuk bisa beradaptasi secara cepat, tanpa buang banyak waktu.

Lovren juga mengatakan jika Van Dijk mendapat dukungan penuh dari tim. “Semua orang ada di belakangnya dan memberinya dukungan,” tandasnya.Kita bisa melihat kerjasama apik keduanya nanti saat Liverpool menyambut West Ham ke Anfield pada hari Sabtu. Jika Liverpool menang, mereka akan melewati sang rival Manchester United dan pindah ke tempat kedua. Liverpool bisa sangat dekat untuk terus membayangi Man City yang berada di puncak klasemen.