Mengapa Cinta Ganjil di The Shape of Water Bisa Menang Oscar?

 Mar, 18 - 2018   no comments   Movie Awards

Nampaknya masih menjadi misteri mengapa film The Shape of Water yang menampilkan kisah cinta yang tak lazim antara manusia dengan monster ini akhirnya menang di Piala Oscar 2018. Film tersebut menjadi kategori Film Terbaik dalam ajang bergengsi tersebut.

Kisah cinta yang pasalnya diangkat oleh sutradara Gullermo del Toro ini memang bukan hal yang tergolong baru. Hollywood juga tercatat sudah pernah banyak kali menghasilkan film yang berkisah tentang cinta ganjil antara manusia dan monster. Misalnya saja King Kong (1993) yang juga dibuat dalam bentuk modern pada tahun 2006, dan akhirnya dibuat lagi dengan judul Kong:Skull Island (2017).

Tidak hanya itu, film Frankeinstein (1931) juga bercerita tentang monster dan kisahnya juga lebih gelap serta jahat seperti serial The Mummy. Akan tetapi The Shape of Water ini menang bukan karena bermodalkan kisah fantasi gelap percintaan wanita janitor dengan seekor makhluk laut yang sedang ditelitinya. Ada beberapa alasan yang menegaskan mengapa film ini pantas mendapatkan Piala Oscar 2018. Berikut ini alasan-alasannya.

Tak Hanya Kisah Monster Saja

Berdasarkan pendapat Profesor dari Syracuse University dan juga sebagai penulis buku dari A Place of Darkness: The Rethoric of Horror in Early American Cinema, yakni Kendal Phillips, ia mengatakan bahwa ada keunikan dari Guillermo del Toro dalam mengisahkan film ini ketimbang film monster yang lainnya.

Phillips yang mana mendalami retorika kontemporer ini berkata bahwa kesan monster pasalnya sudah menjadi pemahaman umum dan akan membuat penonton takut. Akan tetapi di sisi lain, cerita monster yang dibuat dengan sangat humanis bisa membangkitkan simpati dari para penontonnya yang notabene pastinya manusia.

Hal ini lah yang dipertegas oleh Guillermo del Toro dalam film The Shape of Water ini. kesan humanisnya di sini sangat kuat dan mampu membuat film ini sejajar dengan genre drama yang mana biasanya memang menjadi langganan pemenang Oscar sendiri.

“Lucunya adalah di waktu yang sama saat Universal merilis film dari Dark Universe, Guillermo del Toro merilis sebuah film yang menjadi sebuah surat cinta yang sangat indah untuk era itu. yang mana benar-bear menangkap semangat monster itu dengan sangat indah,’ ungkap Phillips dilansir dari CNN Indonesia.

Ia juga menambahkan bahwa The Shape of Water sudah terbukti menjadi obat penawar yang sangat sempurna untuk perang budaya yang terjadi di AMerika Serikat yang mana memecah belah, seperti ada pesan dari sejumlah elitis yang bisa membuat sebuah golongan takut pada golongan yang lainnya.

“Di sjni kita mempunyai film yang berkisah tentang sebuah cerita cinta yang sangat indah, tentang 2 entitas yang merasa terkoneksi dan bukan bagian dar dunia. Dan mereka ternyata mampu menjembatani jurang yang ada tersebut,” imbuhnya.

Pengaruh Sosial Politik

Kemenangan film ini juga dipengaruhi oleh sosial politik yang sedang bergejolak di Amerika Serikat. Tidak bisa dipungkiri bahwa pihak juri pun memikirkan dampak politis dari pemilihan jawara Oscar ini. apabila juri memilih Missouri, Three Billboards Outside Ebbing, maka hal tersebut bakal menjadi keputusan Bandar togel online yang cukup kontroversial khususnya tentang tanggung jawab negara  untuk melindungi warganya.

Apabila Get Out yang dipilih oleh juri, maka pihak The Academy bisa menyadari keputusan itu akan menegakan politik rasial yang terjadi tak hanya di AS, namun juga di negara lainnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Fields with * are mandatory.