Bank Wakaf Mikro, Cara OJK Lawan Rentenir

 Jun, 02 - 2018   no comments   Ekonomi

Di zaman yang serba modern ini, kebutuhan manusia memang makin meningkat. Hal ini berarti pengeluaran bisa makin besar dan saat ingin melakukan sesuatu tapi tak ada uang, hutang adalah cara paling cepat. Tak ingin ribet dalam berhutang, kebanyakan masyarakat menggunakan jasa rentenir.

 

Hanya saja rentenir menerapkan bunga pinjaman yang luar biasa besar sehingga mayoritas merugikan. Mencoba memberikan solusi terbaik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menawarkan Bank Wakaf Mikro (BWM). Ahmar Soekro Tratmono selaku Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK menyebutkan kalau BWM akan jadi solusi masyarakat kurang mampu agar bisa melakukan pinjaman judi togel online tanpa terbebani cicilan.

 

BWM mengenalkan pembiayaan tanpa jaminan dengan nilai maksimal satu juta rupiah dan margin bagi hasil 3%. Nantinya para peminjam bisa mencicil selama 52 minggu dengan cicilan perminggu hanya 20 ribu rupiah saja. Untuk saat ini, OJK sudah memberikan izin usaha kepada 20 BWM di pulau Jawa dengan rincian tujuh di Jawa Tengah, enam di Jawa Timur dan tujuh di Jawa Barat-Banten. BWM itu sendiri bisa ditemukan di dekat pondok pesantren. Sementara target 30 BWM lain pada 2018 akan disebar ke luar pulau Jawa dan tak hanya di dekat pesantren saja, seperti dilansir Kompas.

 

Pembiayaan Bank Wakaf Mikro Tembus Rp 3,63 M

 

Bertujuan membantu masyarakat ekonomi rendah, total pembiayaan yang sudah diberikan kepada BWM pun sangat besar. Sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), BWM sudah menyalurkan total pembiayaan mencapai lebih dari Rp 3,63 miliar ke hampir empat ribu nasabah yang tercatat hingga 31 Maret 2018. Soekro menyebutkan kalau jumlah nasabah BWM melonjak 368,7% sejak Desember 2017. Di mana sebelumnya hanya 827 orang, kini jadi 3.049 dalam waktu tiga bulan saja.

 

Sekedar informasi, BWM ternyata bekerjasama dengan para filantropi dan donatur untuk mendapatkan dana hibah sebagai modal. Anto Prabowo selaku Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK menyebutkan kalau sudah ada sekitar 60 filantropis yang mendukung program BWM dengan 40 di antaranya sudah menghibahkan dana mereka. Saat ini BWM sudah ada di Banten, Bandung, Ciamis, Cirebon, Purwokerto, Solo, Kudus, Yogyakarta, Kediri, Jombang dan Surabaya. Untuk mendirikan satu BWM diperlukan dana mencapai Rp 4,25 miliar dengan Rp 250 juta sebagai operasional awal dan Rp 1 miliar untuk nasabah. Sisa Rp 3 miliar akan disimpan di bank sebagai dana abadi.

 

Rentenir Tentang Bank Wakaf Mikro

 

Keuntungan yang ditawarkan BWM memang semakin membuat masyarakat bisa memperbaiki taraf hidup. Salah satunya adalah BWM Amanah Berkah Nusantara di pondok pesantren Al-Hidayah Karangsuci di Purwokerto. Meskipun begitu menguntungkan masyarakat, keberadaan BWM Amanah sempat ditentang rentenir di sekitar lokasi ponpes. Bahkan menurut Ahmad Arif Noeris selaku Ketua Yayasan Ponpes Al-Hidayah, para rentenir sudah ada di pasar Karangsuci sejak pagi sebelum para pedagang buka demi memberikan pinjaman.

 

BWM Amanah Berkah Nusantara adalah satu dari 20 BWM tahap pertama yang berdiri dan mendapatkan izin OJK pada Oktober 2017. Sejak itu BWM Amanah sudah punya 245 nasabah dengan total pembiayaan mencapai Rp 275 juta. Tentu saja keberadaan BWM ini adalah upaya memusnahkan rentenir. Apalagi saat ini rentenir sudah masuk ke ranah online dengan penawaran bunga pinjaman melebihi batas karena mencapai 30% perbulan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Fields with * are mandatory.