Wakapolsek Sumut ditangkap Karena Narkoba

 Jun, 12 - 2020   Berita

Wakapolsek Pancur Batu, Deli Serdang ditangkap oleh petugas Polda Sumatera Utara karena kasus narkoba. Wakapolsek yang mana ditangkap ini berinisial DHP dengan pangkat ajun komisaris.

Wakapolsek Berinisial DHP ditangkap Karena Narkoba

Kepala Subdirektorat Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sumut Ajun Komisaris Besar MP Nainggolan sendiri membenarkan perihal penangkapan Wakapolsek Pancur Batu tersebut. tes urine juga dilakukan, dan hasilnya DHP positif menggunakan narkoba.

“Iya benar (ditangkap). Dia itu hasil urine positif,” ungkap MP Nainggolan seperti dikutip dari CNN Indonesia hari Rabu (29/4).

Penangkapan itu bermula dari informasi yang didapatkan oleh Petugas Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut tentang tangkapan seorang pria dengan inisial C dalam kasus narkoba. Kemudian Petugas Bidang Propam Sumut mencurigai bahwa ada kecurangan dalam kasus ini. Setelah itu Kabid Propam Polda Sumut memerintahkan supaya personel yang terlibat, termasuk juga Kapolsek dan Wakapolsek Pancur Batu yang mana ikut melakukan penangkapan tersangka itu dites urinenya juga.

Dari hasil tes urine tersebut, Wakapolsek Pancur Batu AKP DHP terbukti mengonsumsi narkoba. Sehingga dirinya langsung diamankan dan dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tambah Rentetan Kasus Oknum Polisi Terjerat Kasus Narkoba

Kasus Wakapolsek tertangkap karena kasus narkoba ini menambah rentetan kasus oknum polisi yang terjerat kasus narkoba. Pada bulan April 2020 ini juga dua polisi dituntut hukuman mati terkait dengan kasus narkoba.

Mereka adalah Hartono dan Faisal yang dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Depok atas kasus narkotika yang menjerat keduanya. Kemudian kedua oknum polisi tersebut dituntut dengan hukuman mati karena dianggap bersalah telah melanggar Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal132 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 soal Narkotika.

Kedua terdakwa pasalnya diketahui sebagai anggota Polri yang masih aktif. Saat mendengar tuntutan jakasa, keduanya berencana untuk mengajukan pleidoi. “Penuntut umum Kejari Depok menerima berkas perkara dari Polda Metro Jaya terkait dengan tindak pidana narkotika dari kedua terdakwa. Keduanya saat dilakukan penangkapan merupakan oknum anggota Polri aktif,” ungkap Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga, dilansir dari merdeka.com.

Ia juga mengatakan bahwa di persidangan yang mana dilakukan dengan jarak jauh ini JPU sudah membacakan analisis yuridis atau kasus hukum yang mana menimpa kedua terdakwa. Dan dalam dakwaan JPU, keduanya dianggap sah serta meyakinkan bersalah telah melakukan atau pun terbukti melakukan tindakan pidana seperti di dakwaan pertama.

“Unsurnya adalah percobaan atau pemufakatan jahat togel hongkong untuk melakukan tindak pidana narkotika dengan tanpa hak serta melawan hukum dengan menawarkan dengan menjual, membeli, jadi perantara, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman yang beratnya lebih dari 5 gram,” ujarnya lagi.

Tuntutan pada kedua terdakwa pasalnya menurut Herlangga berdasarkan pada dakwaan pertama yakni Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU NO. 35 Tahun 2009 soal Narkotika. Dan tak hanya itu, hal yang makin memberatkan adalah terungkapnya fakta di persidangan bahwa terdakwa telah berulang kali melakukan tindakana itu.

“Dalam tuntutannya JPU pasalnya menuntut pidana pada kedua terdakwa dengan pidana mati. Karena dalam Pasal 114 Ayat (2) tindak pidana itu ancamannya adlaha mati. Kemudian pertimbangan JPU dilihat dari berat barang bukti yang ditemukan di terdakwa dalam berkas tertera hampir ada 38 kg sabu,” begitu lah pungkas Herlangga.