Kronologi Meninggalnya Ricky Yacobi dan Kenangan Yang Dia Tinggalkan

 Nov, 23 - 2020   Berita SepakbolaOlahraga

Beberapa waktu lalu jagat dunia sepakbola nasional dihebohkan dengan meninggalnya salah satu legenda timnas Indonesia, Ricky Yacobi. Tentu banyak orang berduka termasuk keluarga, rekan, fans, dan semua orang yang mengenal beliau. Meski demikian, masih banyak yang belum mengetahui kronologi kejadiannya.

Ricky meninggal sewaktu bermain sepakbola bersama rekan-rekan. Beliau bahkan sempat mencetak gol sebelum menghembuskan nafas terakhir di pertandingan persahabatan itu.

1. Gol Terakhir Ricky Yacobi

Ricky adalah mantan strikeratau penyerang di tim nasional Indonesia. Meninggal di lapangan hijau mungkin tidak akan membuatnya menyesal. Dia tutup usia di umur 57 tahun saat menghadapi tim Trofeo Medan Selection bersama teman-teman. Pertandingan tersebut berlangsung di Lapangan A wilayah Gelora Bung Karno, Jakarta.

Menurut kesaksian dan pemeriksaan, dia meninggal karena terkena serangan jantung ketika bertanding. Ricky terjatuh setelah bermain sekitar 15 menit dan sempat mencetak gol. Sebelum melakukan selebrasi gol, dia tiba-tiba terjatuh dalam posisi tengkurap.

Seketika itu juga semua rekan menghampiri untuk mencari tahu apa yang terjadi. Saat dilihat, pria kelahiran 12 Maret 1963 ini sudah pingsan atau tidak sadarkan diri (namun masih bernafas). Rekan-rekan berusaha melakukan pertolongan dengan cara menarik lidah Ricky dan melakukan protokol CPR. Tetap saja, usaha tersebut tidak membuahkan hasil positif.

Solusi terbaik togel hk saat itu adalah segera memanggil pihak medis dan membawa sang legenda ke rumah sakit Mintoharjo. Akan tetapi, beliau tidak dapat tertolong dan meninggal di sana.

Mendengar kabar duka, pihak PSSI mengucapkan bela sungkawa. Mochamad Iriawan mendoakan Ricky supaya tenang dan diterima semua amal ibadahnya oleh Allah SWT. Iriawan mempostingnya di halaman resmi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.

2. Sepak Terjang Ricky Yacobi

Dulu sewaktu masih bergabung di tim nasional Indonesia, Ricky menempati salah satu posisi penyerang. Dia adalah pemain bola di era 80-an dan ikut berjuang di Seoul pada kompetisi Asian Games. Saat ini, mereka hanya mampu menempati posisi 4 karena kalah dari Kuwait di laga semi-final.

Untuk informasi, beliau merupakan pemain bola nasional pertama yang pernah berlaga di J-League atau Liga Jepang! Saat itu, dia bermain untuk tim Matsushita Electric FC. Tim ini merupakan nenek moyang dari Gamba Osaka. Nama asli sebenarnya adalah Ricky Yacob. Namun, dia mendapatkan imbuhan ā€œiā€ setelah masuk di klub Jepang.

Karir Ricky bersama ME FC dimulai di tahun 1988. Dia direkrut setelah berhasil memukau perhatian lewat penampilan di Asian Games. Awalnya, dia bermain untuk klub Arseto Solo.

Meskipun cukup membanggakan nama Indonesia karena bermain di Matsushita, karir Ricky tidak begitu lama di sana. Alasan utama adalah daya tahan tubuh sang pemain. Menurut kabar dari media, Ricky tidak bisa beradaptasi dengan musim salju atau cuaca dingin di Jepang.

Meski demikian, dia sempat menorehkan satu gol dari empat pertandingan yang dia lalui bersama ME FC. Karir singkat ini tetap menjadi inspirasi bagi para pemain lain yang ingin berlaga di luar negeri. Ini terbukti di era 1990-an karena semakin banyak pemain nasional yang di ekspor ke negara-negara tetangga.

Kini, teman-teman Ricky hanya bisa mengenang dan mendoakannya. Salah satunya adalah Bambang Nurdiansyah, yang juga mantan striker top di timnas. Keduanya sering menggantikan satu sama lain ketika berlaga. Meskipun memiliki usia 3 tahun lebih tua, B. Nurdiansyah merasa bahwa kemampuan Ricky Yacobi tidak jauh dengan dirinya. Wajar bila timnas sering bingung ketika memilih salah satu ketika berlaga di pertandingan-pertandingan penting.


Related articles