BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat bahwa kelompok transportasi, komunikasi, dan juga sektor jasa keuangan pasalnya mengalami inflasi yang besarnya mencapai 1,5%. Andilnya sektor-sektor tersebut pada inflasi Juni 2018 sebesar 0.26%.

Angkutan udara Paling Banyak Sumbang Inflasi

Adapun sesuai dengan catatan, inflasi Juni 2018 besarnya 0,59%. Angka ini ternyata lebih tinggi dibandingan dengan bulan yang sebelumnya yakni 0.37%. hal ini sebaiknya dimaklumi karena adanya perayaan lebaran yang terjadi di pertengahan Juni sehingga aktivitas mudik menjadi ramai. “Karena lebaran ya, banyak sekali permintaan atas angkutan udar. Dan ini juga pastinya berdampak sekali pada inflasi,” ungkap Suhariyanto selaku Kepala BPS di Gedung BPS, Senin (2/7) hari ini dikutip dari CNN Indonesia.

Ia juga pasalnya merinci penyebab tariff transportasi bisa menyumbang inflasi. Yang pertama, permintaan angkutan udara yang melesat tinggi pasalnya memberikan andil inflasi sebanyak 0,15%. Hal tersebut dikarenakan aktivitas mudik yang juga meningkat menjelang lebaran dan juga libur panjang anak sekolah.

Yang kedua, BPS pun mencatat kenaikan tariff angkutan antar kota yang mana memberikan andil inflasi sebanyak 0,08%. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa sejumlah DPD Organda (Organisasi Angkutan Udara) mengedarkan surat bursatogel tentang penyesuaian tariff angkutan yang ada di beberapa daerah. “Ketiga, adanya kenaikan angkutan kereta api meskipun andilnya kecil sekali yaitu 0,01%,” imbuh Suhariyanto.

Sementara itu, Yunita Rusanti, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menyebutkan kelompok jasa keuangan tak mengalami inflasi apapun. Ini berarti tarif angkutan menjadi faktor paling besar menyumbang nilai inflasi.

“Murni yak arena transportasi, jasa keuangan tidak ada masalah apa-apa,” terangnya.

Selain tarif angkutan, 3 buah komponen lainnya yang mana memberatkan inflasi bulan Juni adalah adanya ikan segar dan juga daging ayam ras yang mana memberikan andil inflasi masing-masingnya sebesar 0,08% dan 0,03%. Dan secara keseluruha, inflasi sendiri tercatat 0,59%  pada bulan Juni 2018. Sementara itu, secara tahun kalender, tercatat sebanyak 1,9% dan juga inflasi tahunan sebesar 3,12%.

Laju Inflasi Juni 2018 Sampai 0,59%

BPS sudah mencatat laju inflasi sebanyak 0,59% secara bulanan di bulan Juni 2018. Secara tahun berjalan, inflasi tersebut mencapai 1,90% dan secara tahunan mencapai 3,12%. Laju inflasi bulan Juni 2018 ini pasalnya lebih tinggi apabila dibandingkan dengan bulan Mei 2018 yang lalu yakni hanya sebesar 0.37% saja. Akan tetapi masih lebih rendah apabila dibandingkan dengan Juni tahun lalu yakni sebesar 0,69%.

Suhariyanto juga mengatakan realisasi inflasi cukup menggembirakan. Hal ini dikarenakan angkanya sendiri lebih rendah dibandingan dengan periode yang sama di tahun lalu. padahal keduanya memasukkan faktor Idul Fitri.

Andil dari inflasi paling besar disumbang oleh kelompok transportasi, jasa keuangan dan juga komunikasi seperti yang telah disebutkan di atas. Sementara itu bahan makanan hanya menyumbang inflasi sebesar 0.88% saja.

“Ini adalah angka yang sangat menggembirakan dan kami memberikan apresiasi pemerintah dan juga BI yang sudah bekerja keras dengan pengendalian harga,” ungkap Suhariyanto di kantor BPS hari Senin (2/7) ini.

BPS juga mencatatkan ada beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan harga. “Di antaranya telur, ayam ras, cabai merah, bawang putih, dan beras,” ujarnya lebih lanjut. Selain itu juga kelompok rokok yakni rokok kretek filter pun menyumbang inflasi sebesar 0,01%. Kenaikan sewa rumah juga memberikan inflasi sebanyak 0.02%.