Turnamen badminton beregu paling bergengsi di dunia, Thomas-Uber Cup 2018 memang baru akan dimulai pada 20-27 Mei mendatang. Namun tiga bulan sebelum kompetisi itu digelar di Impact, Thailand, para peserta yang berasal dari 19 negara sudah memastikan diri lolos. Sebagai kejuaraan dunia, negara-negara peserta Dewa poker memang berasal dari seluruh benua di dunia.

 

Sebagai benua yang menjadi barometer bulutangkis dunia, Asia memang menyumbangkan wakil terbanyak. Raksasa-raksasa bulutangkis seperti China, Thailand, Indonesia, Korea Selatan, Jepang dan China Taipei memastikan diri untuk mengirimkan wakil masing-masing ke Thomas dan Uber. Sementara itu nasib berbeda dialami India dan Malaysia yang meskipun mulus memiliki wakil ke Thomas, harus menanti wildcard untuk bisa mengirimkan wakil ke Uber bersama Hong Kong berdasarkan peringkat dunia.

 

Sementara itu Australia berhasil menempatkan wakil di Thomas dan Uber secara mulus. Untuk perwakilan Eropa, Denmark masih tidak terkalahkan sebagai kiblat bulutangkis Eropa yang mengamankan slot di Thomas dan Uber. Negara Eropa lain yang memiliki dua wakil di Thomas-Uber adalah Jerman dan Rusia karena Inggris dan Prancis hanya ikut serta di Thomas dan Spanyol di Uber.

 

Kejutan datang dari benua Afrika di mana mereka terwakilkan oleh Aljazair di Thomas dan Mauritius di Uber. Slot terakhir Thomas-Uber dimiliki oleh perwakilan benua Amerika yakni Kanada. Jika sesuai dengan jadwal, pengundian grup untuk Thomas-Uber akan dilangsungkan pada 23 Maret 2018 mendatang.

 

Tim Putra Indonesia Masih Godok Strategi

 

Berstatus sebagai unggulan juara, tim Thomas Indonesia memang patut berbangga. Raihan juara di BATC (Badminton Asia Team Championship) 2018 memang jadi  modal kuat. Apalagi tim putra Indonesia memiliki sederet atlet unggulan dunia seperti tentu saja duo minions Marcus Gideon/Kevin Sukamuljo yang sampai saat ini masih tak terkalahkan sebagai ganda putra terbaik di dunia. Di sektor tunggal putra, deretan pemain muda seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Ihsan Maulana Mustofa atau Firman Abdul Kholik akan jadi tumpuan.

 

Yang menarik, demi mengincar gelar juara Thomas sekaligus membalas rasa sakit hati dari Denmark yang pada 2016 dikalahkan di babak final, PBSI (Perkumpulan Bulutangkis Seluruh Indonesia) memanggil Hendra Setiawan ke Pelatnas. Hendra yang sempat ditakuti ganda putra dunia bersama Mohammad Ahsan itupun digadang-gadang bakal jadi pelapis Marcus/Kevin.

 

Hanya saja kini PBSI sudah memiliki cukup banyak opsi ganda putra yakni mencapai tujuh pasangan berbeda seperti yang diperlihatkan di BATC 2018. Ketujuh pasangan itu adalah Marcus/Kevin, Hendra/Angga Pratama, Ahsan/Rian Agung Saputro, Ahsan/Kevin, Angga/Rian, Hendra/Rian, dan Ahsan/Angga.

 

Menang BATC 2018, Tim Putra Diguyur Rp 5 Miliar

 

Gelar juara BATC 2018 yang berhasil dipertahankan tim putra Indonesia rupanya membuat Kemenpora memberikan bonus fantastis. Tak main-main, usai berhasil menundukkan China dengan skor 3-1 di babak final, Menpora Imam Nahrawi menjanjikan bonus total lima miliar rupiah kepada tim putra dan putri. Nantinya pembagian bonus itu akan dilakukan oleh PBSI yang mendistribusikan kepada 42 anggota tim, seperti dilansir Detik.

 

“Ini tradisi baru, makanya kita belum bagikan dua tahun lalu. Ini jadi hal baru bagi olahraga Indonesia. Semoga bonus ini bisa jadi stimulus semangat atlet di kejuaraan bergengsi yang sudah menunggu yakni Piala Uber dan Thomas serta Asian Games 2018,” papar Imam. Kemenpora sendiri memang dalam waktu setahun terakhir begitu royal menggelontorkan bonus fantastis di cabang bulutangkis.